Gencatan Senjata, Tembakan Pesawat Masih Terlihat
18/01/2009 13:22.
Israel mulai menghentikan serangan ke Gaza, Palestina, sebagai langkah gencatan senjata tepat pukul 07.00 WIB atau 02.00 waktu setempat, Ahad (18/1). Namun baru delapan menit gencatan senjata berlangsung, kilatan tembakan jet tempur kembali terlihat di langit Kota Gaza. Roket Hamas dikabarkan juga mendarat di wilayah Israel, saat gencatan senjata diumumkan.
Gencatan senjata secara sepihak oleh Israel diperkirakan tak akan berlangsung seperti yang diharapkan. Hamas melalui Kepala Biro Politik, Khalid Misyal, mengesampingkan usulan bila tentara Israel masih berada di Gaza dan blokade atas Gaza tidak dicabut. Pernyataan itu diungkapkan dalam pertemuan Liga Arab di Doha, Qatar, sehari sebelum Israel mengumumkan gencatan senjata.
Di sisi lain, bila gencatan senjata benar-benar diterapkan, maka bisa dipastikan bantuan kemanusiaan akan makin banyak mengalir. Para relawan pun tanpa khawatir berangkat ke tempat-tempat yang akan dituju, yakni warga Palestina yang menjadi korban serangan Israel.
Reporter SCTV Mauluddin Anwar dan juru kamera Yon Helfi melaporkan, akses di perbatasan Rafah akan dibuka lebih besar lagi. Kemarin, empat orang yang tergabung dalam Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) berhasil menembus Gaza. Menurut Ketua Mer-C, Jose Rizal Jurnalis, 15 orang lainnya akan menyusul untuk membantu warga.
Kemarin, sebelum gencatan senjata diberlakukan, Israel tak mengendurkan serangan. Bahkan inilah kali pertama Israel membombardir Rafah, bagian selatan Jalur Gaza dengan kekuatan dahsyat. Bila biasanya hanya dua pesawat tempur dengan dua pesawat pengintai, Israel menurunkan empat pesawat pengintai dan tempur. Mereka mengebom kawasan yang diduga sebagai terowongan rahasia masuknya senjata untuk Hamas. Sejumlah bangunan rusak. Beberapa warga termasuk anak-anak terluka.
Israel juga melancarkan serangan darat di Beith Lahiya, utara Gaza. Seorang wanita dilaporkan tewas akibat serangan tank Israel. Dua anak tewas, 25 lainnya terluka saat sebuah mortar mendarat di dekat sebuah sekolah yang dibangun Perserikatan Bangsa-bangsa. Tercatat hingga hari ke-22 agresi Israel, total korban meninggal lebih dari 1.200 jiwa.(YNI)
www.liputan6.com










Tinggalkan comment mu !